Dewa Ayu Diah Cahyani, Korban Bali

Dewa Ayu Diah Cahyani
Dewa Ayu Diah Cahyani, siapakah tuh Dewa Ayu Diah Cahyani dia adalah seorang mahasiswa yang kabar berita tentang pembunuhan dia merebak di internet, Media Online kali ini akan mengulas Dewa Ayu Diah Cahyani, yang sebelumnya telah membahas Foto BclDenpasar: Kematian Dewa Ayu Diah Cahyani,  mahasiswi Sekolah Tinggi Kesehatan Bali, masih menjadi misteri. Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Sementara berdasarkan hasil hasil visum bagian forensik Rumah Sakit Sanglah, terdapat sembilan luka tusuk di sekujur tubuh gadis berusia 18 tahun itu.

“Kami temukan 4 luka tusuk di tubuh bagian kiri, 4 luka tusuk di tubuh bagian kanan dan satu di punggung,” kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Rabu (8/9).

Dudut memperkirakan, Cahyani tidak melakukan perlawanan ketika diserang.  Perkiraan itu muncul karena semua luka tusuk berasal dari satu pisau yang menancap di leher korban. Tentang kemungkinan korban sempat diperkosa sebelum dibunuh, Dudut belum bisa memastikan. "Saya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," dia menjelaskan.

Selain luka tusuk, Dudut menyatakan, hasil visum luar menunjukkan ada luka memar di bibir korban. Pihaknya belum bisa menentukan penyebab pasti kematian korban. Keluarga korban, kata Dudut, belum mengizinkan dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Korban saat ini masih dititipkan di kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah. “Masih menunggu perundingan antara polisi dengan keluarga korban,” kata Dudut.

Dewa Ayu Diah Cahyani, ditemukan tewas dengan luka tusuk di kamar kosnya di Jalan Ida Bagus Oka, Panjer, Denpasar Selasa (7/8) petang. Selain penuh dengan luka tusuk, korban ketika ditemukan dalam keadaan bugil. Korban merupakan putri dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli, Bali.

Ayah korban, Dewa Made Suparta mengatakan, keluarganya terpukul dengan kematian korban. Kamar kos yang  ditempati Cahyani adalah bekas kamar kakak korban. Gadis itu baru dua pekan tinggal di sana.

Pada Jumat (3/9), korban sempat pulang ke Bangli untuk bertemu keluarga. Tiga hari kemudian dia kembali ke kos karena kegiatan perkuliahan sudah dimulai. “Saya tidak punya firasat apa-apa. Bahkan saya sempat berpesan agar belajar baik-baik,” kata Suparta.

Suparta mulai merasa khawatir setelah telepon genggam Cahyani tidak bisa dihubungi. Dia kemudian meminta adiknya untuk menjenguk Dewa Anom Sayoga. Anom inilah yang belakangan menemukan mayat Cahyani di kamar kos. saya pribadi merasa prihatin atas kematian Dewa Ayu Diah Cahyani semoga arwahnya diterima disisinya amiiinnnn

1 Responses to “Dewa Ayu Diah Cahyani, Korban Bali”

Wira :

Biadap pembunuhnya...... semoga mendapat ganjaran yang setimpal....

19 September, 2010